Rabu, 25 Februari 2026

UPAYA KEPALA SMK NEGERI 1 PETARUKAN DALAM MENGOPTIMALKAN LAYANAN PENGELOLAAN MATA PELAJARAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) PADA KURIKULUM MERDEKA DENGAN MENCIPTAKAN APLIKASI e-PKL NESTAR YANG TERINTEGRASI

 

I. PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Permendikbud Nomor 50 Tahun 2020 tentang Praktik Kerja Lapangan Bagi Peserta Didik, Praktik Kerja Lapangan yang selanjutnya disingkat PKL menjelaskan bahwa PKL adalah pembelajaran bagi Peserta Didik pada SMK/MAK, SMALB, dan LKP yang dilaksanakan melalui praktik kerja di dunia kerja dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan dunia kerja. Selanjutnya, Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, ditetapkan bahwa PKL merupakan salah satu mata pelajaran (mapel) sebagai wahana pembelajaran di dunia kerja. Pada Kurikulum Merdeka, PKL menjadi mata pelajaran yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik SMK/MAK dengan ketentuan sekurang-kurangnya selama 1 semester atau 16 minggu efektif setara dengan 736 jam pelajaran di kelas XII pada SMK/MAK program 3 tahun dan sekurang-kurangnya 10 bulan setara dengan 1.216 jam pelajaran di kelas XIII pada SMK/MAK program 4 tahun.

Perubahan implementasi Mata Pelajaran PKL yang tertuang melalui Permendikbudristek nomor 12 tahun 2024, dimana PKL tidak lagi menjadi kegiatan kokurikuler, tetapi berubah menjadi kegiatan intrakurikuler, sebagai bagian dari mata pelajaran yang wajib diikuti oleh peserta didik SMK pada kelas XII, berimplikasi pada pengelolaan mata pelajaran tersebut layaknya mata pelajaran lain. Pada kurikulum sebelumnya, dimana PKL bukan bagian dari mata pelajaran, maka pengelolaan PKL lebih sederhana, karena tidak berimplikasi pada jam pembelajaran guru mapel. Dengan adanya perubahan implementasi PKL sebagai mata pelajaran, konsekuensinya mapel PKL secara otomatis telah mendistorsi jam KBM guru mata pelajaran, sehingga jika tidak dikelola dengan baik, maka berakibat guru mata pelajaran kelas XII yang diberi tugas sebagai pembimbing PKL akan kesulitan membuat lapran pelaksanaan KBM sebagai syarat bukti dukung pelaksanaan kinerja guru yang dilaporkan melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM).

Mata Pelajaran PKL di SMK Negeri 1 Petarukan pada Tahun Pelajaran 2024/2025, diimplementasikan untuk kelas XII semester 5. Peserta didik sebanyak 628 diterjunkan ke berbagai industri mitra untuk melaksanakan PKL pada tanggal 15 Juli 2024 untuk kurun waktu selama 16 pekan efektif dan sesuai kalender akademik akan dilakukan penarikan pada tanggal 11 November 2024. Tahun Pelajaran ini, sebagian besar peserta didik melaksanakan kegiatan PKL pada dunia usaha dunia industri yang tersebar di luar kota, seperti : Jakarta, Bekasi, Tangerang, Magelang, Kudus, Demak, Semarang, Surakarta, dan beberapa kota lain di Jawa Tengah. Dengan durasi yang tergolong lama, kurang lebih 1 semester, maka guru pengampu mata Pelajaran kelas XII tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran klasikal, sebagai gantinya mereka menjadi pembimbing peserta didik melaksanakan PKL, mulai dari penerjunan, monitoring dan penjemputan, ketika periode PKL berakhir. Penyebaran lokasi PKL peserta didik yang tergolong jauh, maka memerlukan perangkat monitoring dari guru pembimbing yang dapat menjangkau, mudah digunakan, efektif, serta rendah biaya. Karena PKL menjadi mata pelajaran dan menggantikan jam pembelajaran klasikal, maka kegiatan monitoring yang dilakukan guru pembimbing menjadi hal yang wajib dilakukan secara rutin sebagai pengganti jam mengajar. Jika lokasi PKL yang jauh, maka hal ini akan menguras energi dan sumber daya sekolah yang begitu besar.

 

Berdasarnya kenyataan tersebut, maka kepemimpinan kepala sekolah dalam pembelajaran sangat diperluakan untuk menciptkan inovasi bagi keterlaksanaan program PKL agar berjalan efektif. Kenyataan itulah yang mendorong kami selaku Kepala SMK Negeri 1 Petarukan untuk menciptakan aplikasi yang dapat digunakan dalam pengelolaan PKL sebagai mata Pelajaran. Sehingga dalam praktik baik yang kami sajikan berikut ini mengambil judul Upaya Kepala SMK Negeri 1 Petarukan dalam Mengoptimalkan Layanan Pengelolaan Mata Pelajaran Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada Kurikulum Merdeka dengan Menciptakan Aplikasi e-PKL Nestar yang Terintegrasi tahun 2024.

 

B.      Tujuan

Tujuan dari penulisan praktik baik Kepala SMK Negeri 1 Petarukan dalam mengoptimalkan layanan pengelolaan mapel PKL pada kurikulum Merdeka dengan menciptakan aplikasi Nestar yang terintegrasi adalah :

1.     Memberikan Gambaran bagaimana Upaya Kepala SMK Negeri 1 Petarukan dalam mengoptimalkan potensi yang ada di sekolah, sehingga layanan PKL berjalan secara efektif

2.     Memudahkan guru pengampu mata Pelajaran kelas XII yang ditunjuk sebagai pembimbing PKL dalam melaporkan kinerjanya sebagai guru melalui pembimbingan PKL dengan aplikasi Nestar yang terintegrasi.

3.     Memberi Gambaran bagaimana kepala SMK Negeri 1 Petarukan, secara kolaborasi menciptakan aplikasi Nestar sehingga dapat memudahkan guru dalam melakukan pembimbingan PKL melalui monitoring harian yang dapat divalidasi langsung.

4.     Memudahkan peserta didik dalam mengisi jurnal PKL secara online dan dapat langsung tervalidasi oleh guru pembimbing, tanpa ada tatap muka secara langsung.

 

 

 

II. PELAKSANAAN KEGIATAN

A.  Situasi

Praktik Kerja Lapangan (PKL), sebelum adanya implementasi kurikulum Merdeka, bukan bagian dari mata Pelajaran. Artinya kegiatan PKL hanya sebatas kegiatan kokurikuler yang tidak mengurangi jam pembelajaran. Pada situasi tersebut, ketika peserta didik melaksanakan PKL, maka seolah-olah dianggap “bonus” bagi guru, karena tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran selama kurun waktu pelaksanaan PKL (kurang lebih 3 bulan). Dampak yang ditimbulkan adalah guru mengalami kesulitan dalam melaporkan kinerjanya karena tidak melaksanakan kegiatan tugas utama mengajar. Disamping itu pihak sekolah juga kesulitan memantau aktivitas peserta didik selama PKL, baik presensi peserta didik, maupun permasalahan lain, yang timbul dalam pelaksanaan PKL di dunia usaha dunia industri.

Permasalahan klasik yang muncul disetiap kegiatan PKL misalnya tingkat kehadiran peserta didik yang sulit terpantau, terkadang karena kesibukan pembimbing dari industri tempat PKL, maka tidak punya waktu untuk melakukan pemantauan terhadap peserta didik PKL. Aktivitas peserta didik selama PKL di industri juga sulit terpantau langsung oleh pihak sekolah, akibatnya permasalahan tersebut terakumulasi dan tiba-tiba dari pihak industri tempat PKL memberi tahu sekolah bahwa peserta didik tidak berangkat sekian hari, atau peserta didik tidak melakukan aktivitas pekerjaan yang diharapkan pihak industri tempat PKL, hanya sebatas rutinitas berangkat dan pulang saja.

Melihat kondisi pelaksanaan PKL yang jamak terjadi disetiap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), maka perlu adanya inovasi yang dapat “mendekatkan” lokasi industri dengan pihak sekolah. Apalagi setelah PKL menjadi mata Pelajaran, maka diperlukan terobosan sekolah dan itikad baik Kepala Sekolah selaku pemimpin pembelajaran untuk membuat inovasi agar pengelolaan PKL menjadi lebih efektif.

Inovasi yang dapat mendekatkan industri dan pihak sekolah, agar pelaksanaan PKL lebih efektif adalah dengan membuat aplikasi yang memungkinkan digunakan secara kolaborasi, antara pihak sekolah (guru pembimbing), pihak industri (tempat PKL) dan peserta didik PKL. Kami selaku Kepala SMK Negeri 1 Petarukan, telah mengajak berdiskusi tim kelompok kerja PKL, untuk bersama-sama menciptakan aplikasi yang memungkinkan dapat “mendekatkan” lokasi industri tempat PKL dan pihak sekolah. Aplikasi yang dibuat termasuk didalamnya digunakan presensi peserta didik berbasis koordinat, yang tervalidasi oleh pembimbing industri dan pembimbing sekolah (Guru). Sehingga diharapkan kehadiran peserta didik dilokasi PKL dapat terpantau langsung, karena server aplikasi berada di lokal sekolah. Kami selaku Kepala Sekolah telah membuatkan algoritma dan sintak bagaimana aplikasi bekerja untuk mendukung layanan PKL yang efektif. Tugas berikutnya dilanjutkan oleh tim IT sekolah membuatkan aplikasi dan melakukan uji publik serta uji fungsi.

 

B. Tantangan

Aplikasi yang telah dibuat oleh tim IT sekolah, setelah mempelajari algoritma dan sintax yang disusun Kepala Sekolah, tidak serta merta dapat diimplementasikan secara langsung. Setidaknya butuh waktu sekitar 20 hari, aplikasi ini dapat diimplementasikan secara penuh. Sebelum aplikasi ini berhasil diimplementasikan, maka peserta PKL menggunakan jurnal manual berbasis kertas, untuk menrekam kehadiran dan aktivitas selama PKL di industri. Tentu hal ini menuntut kejujuran dari peserta PKL, mengingat tidak terdapat validator secara langsung (realtime).

Tantangan yang muncul saat pertama kali aplikasi ini di launching sehingga tidak langsung diimplementasikan adalah :

1.     Alur pengoperasian agar sesuai algoritma yang dibuat

2.     Ada beberapa guru pembimbing yang kesulitan dalam menggunakan aplikasi gadget

3.     Penetapan titik koordinat lokasi industri tempat PKL peserta didik

4.     Memahamkan pembimbing dari industri sebagai validator aktivitas PKL peserta didik

 

C. Aksi

Tahap awal pembuatan aplikasi oleh tim IT sekolah adalah mendiskusikan sintax yang diinginkan dengan kepala sekolah. Setelah dicapai pemahaman bersama, maka aplikasi dibuat dan diintegrasikan dengan aplikasi yang telah dibuat sebelumnya untuk pemantauan KBM guru mapel, yaitu aplikasi Nestar. Nestar sendiri akronim dari Negeri Satu Petarukan, merupakan aplikasi besutan tim IT SMK Negeri 1 Petarukan, yang peruntukannya sebagai alat monitoring Kepala Sekolah, terhadap pelaksanaan tugas utama Guru dan Tenaga Kependidikan dalam memberikan layanan optimal pada peserta didik. Sebelumnya aplikasi Nestar hanya digunakan oleh guru Mata Pelajaran untuk mengisi jurnal KBM setelah mereka selesai melaksanakan tugas mengajar, maupun tenaga kependidikan setelah mereka melaksanakan tugas layanan sekolah. Fungsi kepala sekolah dalam aplikasi tersebut adalah sebagai validator tugas-tugas yang telah diinput oleh guru dan tendik.

Aplikasi PKL yang telah dibuat untuk memudahkan pengelolaan PKL, selanjutnya diintegrasikan kedalam aplikasi Nestar, sehingga penggunaannya lebih compatible. Dalam aplikasi Nestar terdapat menu e-PKL, menu inilah yang digunakan oleh pembimbing industri, guru pembimbing dan peserta didik PKL untuk melakukan pengelolaan aktivitas kegiatan PKL.

Tahapan yang dilakukan untuk menciptakan menu e-PKL yang terintegrasi dengan aplikasi Nestar adalah :

1.     Kepala sekolah Menyusun algoritma dan sintax bagaimana aplikasi digunakan untuk mendukung efektivitas PKL

2.     Tim IT mendiskusikan dan membuat embrio aplikasi

3.     Guru pembimbing dan tim Pokja PKL sekolah melakukan inventarisasi data industri yang digunakan lokasi PKL sebanyak 215 tempat.

4.     Guru pembimbing dibantu tim IT sekolah melakukan input data peserta didik PKL berikut data industri tempat PKL

5.     Guru pembimbing dibantu tim IT sekolah menetapkan dan menginput titik koordinat industri tempat PKL dengan bantuan google map.

6.     Tim IT sekolah melakukan uji public dan sosialisasi kepada warga sekolah termasuk peserta didik, baik tutorial langsung, maupun melalui tutorial video tutorial yang diunggah di youtube agar dapat diputar berulang-ulang oleh warga sekolah.

7.     Saat penerjunan PKL, guru pembimbing melakukan sosialisasi penggunakan aplikasi Nestar pada menu e-PKL untuk pembimbing dari industri tempat peserta didik PKL.

8.     Setelah uji fungsi dan uji public, tim IT sekolah dengan arahan Kepala Sekolah melakukan penyempurnaan aplikasi, hingga sekarang telah digunakan dalam pengelolaan PKL di SMK Negeri 1 Petarukan

Evaluasi terhadap penggunaan aplikasi terus dilakukan, terutama ketika ada masukan dari peserta didik PKL dan pembimbing dari industri. Saat pelaksanaan monitoring langsung, setelah peserta didik melaksanakan PKL dalam durasi waktu kurang lebih 8 pekan efektif, guru pembimbing diminta masukan melalui instrument dan wawancara langsung kepada peserta didik PKL dan pembimbing indutri terkait aplikasi e-PKL yang digunakan. Sebagian besar masukan tersebut menyatakan bahwa keberadaan aplikasi ini membantu pengeolalan PKL sehingga PKL berjalan dengan efektif.

 

D. Refleksi

Aplikasi e-PKL yang terintegrasi dengan aplikasi Nestar, buatan SMK Negeri 1 Petarukan, secara nyata telah memberikan dampak positif terhadap pengelolaan PKL. Setidaknya guru pembimbing, pembimbing dari industri dan peserta didik PKL sangat terbantukan dengan adanya aplikasi ini. Kegiatan PKL di SMK Negeri 1 Petarukan berjalan efektif dan terkelola dengan baik.

Dampak langsung yang dirasakan dengan adanya praktik baik kepala SMK Negeri 1 Petarukan, dengan menciptakan aplikasi e-PKL yang terintegrasi adalah :

1.     Guru dapat melaporkan pelaksanaan kinerjanya sebagai pembimbing PKL meski lokasi PKL peserta didik yang dibimbing berada di luar kota, secara harian dan realtime

2.     Guru pembimbing dapat memantau secara langsung kehadiran dan kegiatan PKL peserta didik secara harian, serta dapat melakukan validasi karena dokumentasi yang dilampirkan oleh peserta didik dalam melaporkan aktivitas PKL di industri menggunakan bantuan timestamp camera.

3.     Pembimbing dari industri lebih ringan dalam melakukan pemantauan aktivitas peserta didik PKL, karena semua terpantau dalam 1 genggaman gadget.

4.     Peserta didik PKL lebih mudah Menyusun laporan PKL, karena bukti dukung kehadiran dan aktivitas PKL telah terekam secara otomatis dan tersimpan di server sekolah. Sehingga ketika masa PKL selesai, mereka tinggal menunduh dan melaporkan kegiatan PKL yang mereka ikuti secara komperhensif.

 

Keberhasilan Kepala SMK Negeri 1 Petarukan dalam menciptakan aplikasi e-PKL sehingga memudahkan dalam pengelolaan PKL, membuat Kepala SMK Negeri 1 Slawi Kab. Tegal dan kepala SMK Islam Al-Khoiriyah Petarukan, melakukan studi tiru dan meminta SMK Negeri 1 Petarukan berbagi praktik baik tersebut. Berikut dokumentasi berbagi praktik baik Kepala SMK negeri 1 Petarukan dengan SMK Negeri 1 Slawi dan SMK Islam Al-Khoiriyah Petarukan

 

III.    PENUTUP

A.  Simpulan

Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dalam implementasi kurikulum Merdeka, merupakan bagian dari Mata Pelajaran, atau kegiatan intrakurikuler. Durasi PKL yang cukup lama kurang lebih 16 pekan efektif, menuntut pihak sekolah untuk kreatif dan inovatif dalam pengelolaannya.

SMK Negeri 1 Petarukan melalui kepimpinan pembelajaran kepala sekolah, telah berhasil mengelola kegiatan PKL peserta didik. Pengelolaan tersebut diwujudkan dengan menciptakan aplikasi e-PKL yang terintegrasi dengan aplikasi Nestar. Keberadaan aplikasi ini memeberikan dampak dan manfaat baik untuk guru pembimbing dalam melaporankan kinerja tugas utamanya, peserta didik dalam membuat laporan PKL, mapun pembimbing industri dalam melaksanakan pembimbingan terhadap peserta PKL.

 

B.  Rekomendasi

Keberadaan aplikasi e-PKL telah dirasakan manfaatnya oleh civitas akademik SMK Negeri 1 Petarukan dalam pengelolaan PKL, maka keinginan kami untuk berbagi kepada SMK lain sangat besar. Hal ini agar manfaat yang ada dapat dirasakan juga oleh sekolah sekitar. Dengan semangat berbagi tersebut, diharapkan ketika ada kekurangan yang mungkin ditemukan oleh pengguna (user), dapat menjadi evaluasi kami untuk mengembangkan aplikasi tersebut.

Akhirnya dukungan dari berbagai pihak, sangat kami perlukan untuk menjadikan pengelolaan PKL sebagai mata Pelajaran lebih efektif melalui aplikasi yang kami ciptakan. Setiap masukan dari guru pembimbing, peserta didik dan pembimbing dari industri selalu kami tindaklanjuti sehingga aplikasi e-PKL menjadi kompetible seperti saat ini. Kami terus melakukan evaluasi baik melalui instrument maupun wawancara langsung kepada pengguna demi menyempurnakan aplikasi e-PKL.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Hubeis, Musa. 2020. Manajemen Inovasi, Modul Pelatihan Peningkatan Kapabilitas dan Manajerial Kepala SMK Berbasis Industri. Bogor. Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University

 

Pambudi, Rahman dan Burhanuddin. 2020. Karakter CEO, Modul Pelatihan Peningkatan Kapabilitas dan Manajerial Kepala SMK Berbasis Industri. Bogor. Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University

 

Peraturan Meteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nomor 12. 2024. Kurikulum pada Pendidikan Anak usia Dini, jenjang Pendidikan Dasar dan jenjang Pendidikan Menengah. Jakarta. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Rahmatullah, Noris, Dkk. 2024. Panduan Praktik Kerja Lapangan sebagai Mata Pelajaran dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Direktorat SMK, Dirjen Pendidikan Vokasi, Kemdikbudristek RI.

Sukmawati, Anggaini., Darjanto, Arief., dan Slamet, Alim S. 2020. Efective Communication, Modul Pelatihan Peningkatan Kapabilitas dan Manajerial Kepala SMK Berbasis Industri. Bogor. Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran Dokumentasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tampilan antarmuka aplikasi e-PKL yang terintegrasi dg aplikasi Nestar

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tampilan menu E-PKL yang dibuka menggunakan perangkat andorid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar