I.
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Permendikbud Nomor 50
Tahun 2020 tentang Praktik Kerja Lapangan Bagi Peserta Didik, Praktik Kerja
Lapangan yang selanjutnya disingkat PKL menjelaskan bahwa PKL adalah
pembelajaran bagi Peserta Didik pada SMK/MAK, SMALB, dan LKP yang dilaksanakan
melalui praktik kerja di dunia kerja dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan
kurikulum dan kebutuhan dunia kerja. Selanjutnya, Permendikbudristek Nomor 12
Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan
Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, ditetapkan bahwa PKL merupakan salah
satu mata pelajaran (mapel) sebagai wahana pembelajaran di dunia kerja. Pada
Kurikulum Merdeka, PKL menjadi mata pelajaran yang harus diikuti oleh seluruh
peserta didik SMK/MAK dengan ketentuan sekurang-kurangnya selama 1 semester
atau 16 minggu efektif setara dengan 736 jam pelajaran di kelas XII pada
SMK/MAK program 3 tahun dan sekurang-kurangnya 10 bulan setara dengan 1.216 jam
pelajaran di kelas XIII pada SMK/MAK program 4 tahun.
Perubahan implementasi
Mata Pelajaran PKL yang tertuang melalui Permendikbudristek nomor 12 tahun 2024,
dimana PKL tidak lagi menjadi kegiatan kokurikuler, tetapi berubah menjadi
kegiatan intrakurikuler, sebagai bagian dari mata pelajaran yang wajib diikuti
oleh peserta didik SMK pada kelas XII, berimplikasi pada pengelolaan mata
pelajaran tersebut layaknya mata pelajaran lain. Pada kurikulum sebelumnya, dimana
PKL bukan bagian dari mata pelajaran, maka pengelolaan PKL lebih sederhana,
karena tidak berimplikasi pada jam pembelajaran guru mapel. Dengan adanya
perubahan implementasi PKL sebagai mata pelajaran, konsekuensinya mapel PKL
secara otomatis telah mendistorsi jam KBM guru mata pelajaran, sehingga jika
tidak dikelola dengan baik, maka berakibat guru mata pelajaran kelas XII yang
diberi tugas sebagai pembimbing PKL akan kesulitan membuat lapran pelaksanaan
KBM sebagai syarat bukti dukung pelaksanaan kinerja guru yang dilaporkan
melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM).
Mata Pelajaran PKL di SMK
Negeri 1 Petarukan pada Tahun Pelajaran 2024/2025, diimplementasikan untuk
kelas XII semester 5. Peserta didik sebanyak 628 diterjunkan ke berbagai
industri mitra untuk melaksanakan PKL pada tanggal 15 Juli 2024 untuk kurun
waktu selama 16 pekan efektif dan sesuai kalender akademik akan dilakukan
penarikan pada tanggal 11 November 2024. Tahun Pelajaran ini, sebagian besar
peserta didik melaksanakan kegiatan PKL pada dunia usaha dunia industri yang
tersebar di luar kota, seperti : Jakarta, Bekasi, Tangerang, Magelang, Kudus,
Demak, Semarang, Surakarta, dan beberapa kota lain di Jawa Tengah. Dengan
durasi yang tergolong lama, kurang lebih 1 semester, maka guru pengampu mata
Pelajaran kelas XII tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran klasikal, sebagai
gantinya mereka menjadi pembimbing peserta didik melaksanakan PKL, mulai dari
penerjunan, monitoring dan penjemputan, ketika periode PKL berakhir. Penyebaran
lokasi PKL peserta didik yang tergolong jauh, maka memerlukan perangkat
monitoring dari guru pembimbing yang dapat menjangkau, mudah digunakan,
efektif, serta rendah biaya. Karena PKL menjadi mata pelajaran dan menggantikan
jam pembelajaran klasikal, maka kegiatan monitoring yang dilakukan guru
pembimbing menjadi hal yang wajib dilakukan secara rutin sebagai pengganti jam
mengajar. Jika lokasi PKL yang jauh, maka hal ini akan menguras energi dan
sumber daya sekolah yang begitu besar.
Berdasarnya kenyataan
tersebut, maka kepemimpinan kepala sekolah dalam pembelajaran sangat
diperluakan untuk menciptkan inovasi bagi keterlaksanaan program PKL agar
berjalan efektif. Kenyataan itulah yang mendorong kami selaku Kepala SMK Negeri
1 Petarukan untuk menciptakan aplikasi yang dapat digunakan dalam pengelolaan
PKL sebagai mata Pelajaran. Sehingga dalam praktik baik yang kami sajikan
berikut ini mengambil judul Upaya Kepala SMK Negeri 1 Petarukan dalam
Mengoptimalkan Layanan Pengelolaan Mata Pelajaran Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada
Kurikulum Merdeka dengan Menciptakan Aplikasi e-PKL Nestar yang Terintegrasi
tahun 2024.
B. Tujuan
Tujuan dari penulisan
praktik baik Kepala SMK Negeri 1 Petarukan dalam mengoptimalkan layanan
pengelolaan mapel PKL pada kurikulum Merdeka dengan menciptakan aplikasi Nestar
yang terintegrasi adalah :
1. Memberikan
Gambaran bagaimana Upaya Kepala SMK Negeri 1 Petarukan dalam mengoptimalkan
potensi yang ada di sekolah, sehingga layanan PKL berjalan secara efektif
2. Memudahkan
guru pengampu mata Pelajaran kelas XII yang ditunjuk sebagai pembimbing PKL
dalam melaporkan kinerjanya sebagai guru melalui pembimbingan PKL dengan
aplikasi Nestar yang terintegrasi.
3. Memberi
Gambaran bagaimana kepala SMK Negeri 1 Petarukan, secara kolaborasi menciptakan
aplikasi Nestar sehingga dapat memudahkan guru dalam melakukan pembimbingan PKL
melalui monitoring harian yang dapat divalidasi langsung.
4. Memudahkan
peserta didik dalam mengisi jurnal PKL secara online dan dapat langsung
tervalidasi oleh guru pembimbing, tanpa ada tatap muka secara langsung.
II. PELAKSANAAN
KEGIATAN
A. Situasi
Praktik Kerja Lapangan
(PKL), sebelum adanya implementasi kurikulum Merdeka, bukan bagian dari mata
Pelajaran. Artinya kegiatan PKL hanya sebatas kegiatan kokurikuler yang tidak
mengurangi jam pembelajaran. Pada situasi tersebut, ketika peserta didik
melaksanakan PKL, maka seolah-olah dianggap “bonus” bagi guru, karena tidak
melaksanakan kegiatan pembelajaran selama kurun waktu pelaksanaan PKL (kurang
lebih 3 bulan). Dampak yang ditimbulkan adalah guru mengalami kesulitan dalam
melaporkan kinerjanya karena tidak melaksanakan kegiatan tugas utama mengajar.
Disamping itu pihak sekolah juga kesulitan memantau aktivitas peserta didik
selama PKL, baik presensi peserta didik, maupun permasalahan lain, yang timbul
dalam pelaksanaan PKL di dunia usaha dunia industri.
Permasalahan klasik yang
muncul disetiap kegiatan PKL misalnya tingkat kehadiran peserta didik yang
sulit terpantau, terkadang karena kesibukan pembimbing dari industri tempat
PKL, maka tidak punya waktu untuk melakukan pemantauan terhadap peserta didik PKL.
Aktivitas peserta didik selama PKL di industri juga sulit terpantau langsung
oleh pihak sekolah, akibatnya permasalahan tersebut terakumulasi dan tiba-tiba
dari pihak industri tempat PKL memberi tahu sekolah bahwa peserta didik tidak
berangkat sekian hari, atau peserta didik tidak melakukan aktivitas pekerjaan
yang diharapkan pihak industri tempat PKL, hanya sebatas rutinitas berangkat
dan pulang saja.
Melihat kondisi
pelaksanaan PKL yang jamak terjadi disetiap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),
maka perlu adanya inovasi yang dapat “mendekatkan” lokasi industri dengan pihak
sekolah. Apalagi setelah PKL menjadi mata Pelajaran, maka diperlukan terobosan
sekolah dan itikad baik Kepala Sekolah selaku pemimpin pembelajaran untuk
membuat inovasi agar pengelolaan PKL menjadi lebih efektif.
Inovasi yang dapat
mendekatkan industri dan pihak sekolah, agar pelaksanaan PKL lebih efektif
adalah dengan membuat aplikasi yang memungkinkan digunakan secara kolaborasi,
antara pihak sekolah (guru pembimbing), pihak industri (tempat PKL) dan peserta
didik PKL. Kami selaku Kepala SMK Negeri 1 Petarukan, telah mengajak berdiskusi
tim kelompok kerja PKL, untuk bersama-sama menciptakan aplikasi yang
memungkinkan dapat “mendekatkan” lokasi industri tempat PKL dan pihak sekolah.
Aplikasi yang dibuat termasuk didalamnya digunakan presensi peserta didik
berbasis koordinat, yang tervalidasi oleh pembimbing industri dan pembimbing
sekolah (Guru). Sehingga diharapkan kehadiran peserta didik dilokasi PKL dapat
terpantau langsung, karena server aplikasi berada di lokal sekolah. Kami selaku
Kepala Sekolah telah membuatkan algoritma dan sintak bagaimana aplikasi bekerja
untuk mendukung layanan PKL yang efektif. Tugas berikutnya dilanjutkan oleh tim
IT sekolah membuatkan aplikasi dan melakukan uji publik serta uji fungsi.
B. Tantangan
Aplikasi yang telah
dibuat oleh tim IT sekolah, setelah mempelajari algoritma dan sintax yang
disusun Kepala Sekolah, tidak serta merta dapat diimplementasikan secara
langsung. Setidaknya butuh waktu sekitar 20 hari, aplikasi ini dapat
diimplementasikan secara penuh. Sebelum aplikasi ini berhasil
diimplementasikan, maka peserta PKL menggunakan jurnal manual berbasis kertas,
untuk menrekam kehadiran dan aktivitas selama PKL di industri. Tentu hal ini
menuntut kejujuran dari peserta PKL, mengingat tidak terdapat validator secara
langsung (realtime).
Tantangan yang muncul
saat pertama kali aplikasi ini di launching sehingga tidak langsung
diimplementasikan adalah :
1. Alur
pengoperasian agar sesuai algoritma yang dibuat
2. Ada
beberapa guru pembimbing yang kesulitan dalam menggunakan aplikasi gadget
3. Penetapan
titik koordinat lokasi industri tempat PKL peserta didik
4. Memahamkan
pembimbing dari industri sebagai validator aktivitas PKL peserta didik
C. Aksi
Tahap awal pembuatan
aplikasi oleh tim IT sekolah adalah mendiskusikan sintax yang diinginkan dengan
kepala sekolah. Setelah dicapai pemahaman bersama, maka aplikasi dibuat dan
diintegrasikan dengan aplikasi yang telah dibuat sebelumnya untuk pemantauan KBM
guru mapel, yaitu aplikasi Nestar. Nestar sendiri akronim dari Negeri Satu
Petarukan, merupakan aplikasi besutan tim IT SMK Negeri 1 Petarukan, yang
peruntukannya sebagai alat monitoring Kepala Sekolah, terhadap pelaksanaan
tugas utama Guru dan Tenaga Kependidikan dalam memberikan layanan optimal pada
peserta didik. Sebelumnya aplikasi Nestar hanya digunakan oleh guru Mata
Pelajaran untuk mengisi jurnal KBM setelah mereka selesai melaksanakan tugas
mengajar, maupun tenaga kependidikan setelah mereka melaksanakan tugas layanan
sekolah. Fungsi kepala sekolah dalam aplikasi tersebut adalah sebagai validator
tugas-tugas yang telah diinput oleh guru dan tendik.
Aplikasi PKL yang telah
dibuat untuk memudahkan pengelolaan PKL, selanjutnya diintegrasikan kedalam
aplikasi Nestar, sehingga penggunaannya lebih compatible. Dalam aplikasi
Nestar terdapat menu e-PKL, menu inilah yang digunakan oleh pembimbing
industri, guru pembimbing dan peserta didik PKL untuk melakukan pengelolaan
aktivitas kegiatan PKL.
Tahapan yang dilakukan
untuk menciptakan menu e-PKL yang terintegrasi dengan aplikasi Nestar
adalah :
1. Kepala
sekolah Menyusun algoritma dan sintax bagaimana aplikasi digunakan untuk
mendukung efektivitas PKL
2. Tim
IT mendiskusikan dan membuat embrio aplikasi
3. Guru
pembimbing dan tim Pokja PKL sekolah melakukan inventarisasi data industri yang
digunakan lokasi PKL sebanyak 215 tempat.
4. Guru
pembimbing dibantu tim IT sekolah melakukan input data peserta didik PKL
berikut data industri tempat PKL
5. Guru
pembimbing dibantu tim IT sekolah menetapkan dan menginput titik koordinat
industri tempat PKL dengan bantuan google map.
6. Tim
IT sekolah melakukan uji public dan sosialisasi kepada warga sekolah termasuk
peserta didik, baik tutorial langsung, maupun melalui tutorial video tutorial
yang diunggah di youtube agar dapat diputar berulang-ulang oleh warga
sekolah.
7. Saat
penerjunan PKL, guru pembimbing melakukan sosialisasi penggunakan aplikasi
Nestar pada menu e-PKL untuk pembimbing dari industri tempat peserta
didik PKL.
8. Setelah
uji fungsi dan uji public, tim IT sekolah dengan arahan Kepala Sekolah
melakukan penyempurnaan aplikasi, hingga sekarang telah digunakan dalam
pengelolaan PKL di SMK Negeri 1 Petarukan
Evaluasi terhadap
penggunaan aplikasi terus dilakukan, terutama ketika ada masukan dari peserta
didik PKL dan pembimbing dari industri. Saat pelaksanaan monitoring langsung,
setelah peserta didik melaksanakan PKL dalam durasi waktu kurang lebih 8 pekan
efektif, guru pembimbing diminta masukan melalui instrument dan wawancara
langsung kepada peserta didik PKL dan pembimbing indutri terkait aplikasi e-PKL
yang digunakan. Sebagian besar masukan tersebut menyatakan bahwa keberadaan
aplikasi ini membantu pengeolalan PKL sehingga PKL berjalan dengan efektif.
D. Refleksi
Aplikasi e-PKL yang
terintegrasi dengan aplikasi Nestar, buatan SMK Negeri 1 Petarukan, secara
nyata telah memberikan dampak positif terhadap pengelolaan PKL. Setidaknya guru
pembimbing, pembimbing dari industri dan peserta didik PKL sangat terbantukan
dengan adanya aplikasi ini. Kegiatan PKL di SMK Negeri 1 Petarukan berjalan
efektif dan terkelola dengan baik.
Dampak langsung yang
dirasakan dengan adanya praktik baik kepala SMK Negeri 1 Petarukan, dengan
menciptakan aplikasi e-PKL yang terintegrasi adalah :
1. Guru
dapat melaporkan pelaksanaan kinerjanya sebagai pembimbing PKL meski lokasi PKL
peserta didik yang dibimbing berada di luar kota, secara harian dan realtime
2. Guru
pembimbing dapat memantau secara langsung kehadiran dan kegiatan PKL peserta
didik secara harian, serta dapat melakukan validasi karena dokumentasi yang
dilampirkan oleh peserta didik dalam melaporkan aktivitas PKL di industri
menggunakan bantuan timestamp camera.
3. Pembimbing
dari industri lebih ringan dalam melakukan pemantauan aktivitas peserta didik
PKL, karena semua terpantau dalam 1 genggaman gadget.
4. Peserta
didik PKL lebih mudah Menyusun laporan PKL, karena bukti dukung kehadiran dan
aktivitas PKL telah terekam secara otomatis dan tersimpan di server sekolah.
Sehingga ketika masa PKL selesai, mereka tinggal menunduh dan melaporkan
kegiatan PKL yang mereka ikuti secara komperhensif.
Keberhasilan Kepala SMK
Negeri 1 Petarukan dalam menciptakan aplikasi e-PKL sehingga memudahkan
dalam pengelolaan PKL, membuat Kepala SMK Negeri 1 Slawi Kab. Tegal dan kepala
SMK Islam Al-Khoiriyah Petarukan, melakukan studi tiru dan meminta SMK Negeri 1
Petarukan berbagi praktik baik tersebut. Berikut dokumentasi berbagi praktik
baik Kepala SMK negeri 1 Petarukan dengan SMK Negeri 1 Slawi dan SMK Islam
Al-Khoiriyah Petarukan
III. PENUTUP
A. Simpulan
Kegiatan Praktik Kerja
Lapangan (PKL) dalam implementasi kurikulum Merdeka, merupakan bagian dari Mata
Pelajaran, atau kegiatan intrakurikuler. Durasi PKL yang cukup lama kurang
lebih 16 pekan efektif, menuntut pihak sekolah untuk kreatif dan inovatif dalam
pengelolaannya.
SMK Negeri 1 Petarukan
melalui kepimpinan pembelajaran kepala sekolah, telah berhasil mengelola
kegiatan PKL peserta didik. Pengelolaan tersebut diwujudkan dengan menciptakan
aplikasi e-PKL yang terintegrasi dengan aplikasi Nestar. Keberadaan
aplikasi ini memeberikan dampak dan manfaat baik untuk guru pembimbing dalam
melaporankan kinerja tugas utamanya, peserta didik dalam membuat laporan PKL, mapun
pembimbing industri dalam melaksanakan pembimbingan terhadap peserta PKL.
B. Rekomendasi
Keberadaan aplikasi e-PKL
telah dirasakan manfaatnya oleh civitas akademik SMK Negeri 1 Petarukan
dalam pengelolaan PKL, maka keinginan kami untuk berbagi kepada SMK lain sangat
besar. Hal ini agar manfaat yang ada dapat dirasakan juga oleh sekolah sekitar.
Dengan semangat berbagi tersebut, diharapkan ketika ada kekurangan yang mungkin
ditemukan oleh pengguna (user), dapat menjadi evaluasi kami untuk
mengembangkan aplikasi tersebut.
Akhirnya dukungan dari
berbagai pihak, sangat kami perlukan untuk menjadikan pengelolaan PKL sebagai
mata Pelajaran lebih efektif melalui aplikasi yang kami ciptakan. Setiap
masukan dari guru pembimbing, peserta didik dan pembimbing dari industri selalu
kami tindaklanjuti sehingga aplikasi e-PKL menjadi kompetible seperti
saat ini. Kami terus melakukan evaluasi baik melalui instrument maupun
wawancara langsung kepada pengguna demi menyempurnakan aplikasi e-PKL.
DAFTAR
PUSTAKA
Hubeis,
Musa. 2020. Manajemen Inovasi, Modul
Pelatihan Peningkatan Kapabilitas dan Manajerial Kepala SMK Berbasis Industri.
Bogor. Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University
Pambudi,
Rahman dan Burhanuddin. 2020. Karakter
CEO, Modul Pelatihan Peningkatan Kapabilitas dan Manajerial Kepala SMK Berbasis
Industri. Bogor. Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University
Peraturan
Meteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nomor 12. 2024. Kurikulum pada Pendidikan Anak usia Dini,
jenjang Pendidikan Dasar dan jenjang Pendidikan Menengah. Jakarta. Menteri
Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Rahmatullah,
Noris, Dkk. 2024. Panduan Praktik Kerja Lapangan sebagai Mata Pelajaran
dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Direktorat SMK, Dirjen
Pendidikan Vokasi, Kemdikbudristek RI.
Sukmawati,
Anggaini., Darjanto, Arief., dan Slamet, Alim S. 2020. Efective
Communication, Modul Pelatihan Peningkatan Kapabilitas dan Manajerial Kepala
SMK Berbasis Industri. Bogor. Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University
Lampiran Dokumentasi

Tampilan antarmuka aplikasi e-PKL yang terintegrasi dg
aplikasi Nestar

Tampilan menu E-PKL yang dibuka
menggunakan perangkat andorid